Fadli Zon Tegaskan Sumedang Penerus Pajajaran, Mahkota Binokasih Jadi Bukti Sejarah
SUMEDANG – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan posisi Kabupaten Sumedang sebagai penerus sah Kerajaan Pajajaran melalui Mahkota Binokasih. Penegasan itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Keraton Sumedang Larang atau Museum Prabu Geusan Ulun, Sabtu (17/1/2026).
Fadli menyebut Mahkota Binokasih sebagai mahakarya peradaban masa lalu. Mahkota emas seberat sekitar delapan kilogram itu menjadi bukti fisik penyerahan mandat kekuasaan Pajajaran kepada Sumedang Larang pada 1578 saat penobatan Prabu Geusan Ulun.
“Mahkota ini bukan sekadar artefak, tapi simbol legitimasi sejarah dan tingginya peradaban Sunda,” ujar Fadli.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli menyatakan pemerintah pusat berkomitmen merevitalisasi sejumlah situs budaya di Sumedang agar hidup kembali dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Beberapa lokasi yang masuk agenda revitalisasi antara lain Gunung Kunci dan Gunung Palasari sebagai destinasi wisata sejarah, Makam Cut Nyak Dien yang diusulkan menjadi Cagar Budaya Nasional, serta Keraton Sumedang Larang untuk penguatan narasi pusaka dan sejarah Sunda.
Kementerian Kebudayaan akan menggandeng pemerintah daerah, Asosiasi Museum Indonesia, serta Balai Pelestarian Jawa Barat dalam pengembangan ekonomi budaya sesuai Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut langkah tersebut. Ia menegaskan Pemkab telah memiliki dasar hukum lewat Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda.
“Pembangunan Sumedang bertumpu pada agama sebagai penuntun, budaya sebagai etos kerja, dan teknologi sebagai akselerator,” kata Dony.
Pemkab Sumedang menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media untuk memperkuat sektor budaya.
Fadli menilai Sumedang berpotensi menjadi destinasi wisata budaya unggulan Jawa Barat. Revitalisasi Keraton Sumedang Larang diharapkan menjadikannya pusat pemajuan kebudayaan Sunda.
