Jelang Mudik Lebaran 2026, Polda Jabar Siapkan Operasi Ketupat dan Salurkan 168 Rumah Rutilahu
BANDUNG – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Daerah Jawa Barat mulai mematangkan berbagai persiapan pengamanan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini dirancang untuk memastikan perjalanan masyarakat selama mudik dan arus balik berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selain fokus pada pengamanan lalu lintas, Polda Jabar juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi masyarakat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menjelaskan, kegiatan tersebut disampaikan dalam agenda Silaturahmi Ramadhan di Mapolda Jabar.
Menurutnya, kegiatan bersama Kapolri itu juga diisi dengan penyaluran bantuan pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak sekitar 168 unit yang tersebar di seluruh wilayah Polres jajaran di Jawa Barat.
“Selain kegiatan Safari Ramadhan, juga dilakukan penyaluran bantuan pembangunan Rutilahu kurang lebih 168 unit yang tersebar di seluruh Polres jajaran,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Operasi Ketupat 2026 Dimulai 13 Maret
Polda Jabar juga memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang direncanakan dimulai pada 13 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Operasi ini merupakan bagian dari pengamanan nasional yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
“Kami telah mengikuti Rakornas lintas sektoral di Mabes Polri bersama kementerian dan lembaga terkait. Total ada sekitar sembilan instansi yang terlibat, dengan Polri sebagai leading sector dalam pengamanan,” jelasnya.
Fokus Pengamanan Jalur Tol dan Rest Area
Dalam pelaksanaannya, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan, khususnya di ruas jalan tol dan rest area di wilayah Jawa Barat.
Polda Jabar bersama instansi terkait seperti Bina Marga juga telah melakukan pengecekan di puluhan rest area untuk memastikan kesiapan fasilitas serta mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama arus mudik.
Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Selain pengamanan jalur utama, Polda Jabar juga menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas guna mengurai potensi kemacetan.
Salah satunya adalah penyiapan jalur alternatif dari Purwakarta menuju Cikampek sepanjang kurang lebih 52 kilometer.
Tidak hanya itu, skema rekayasa lalu lintas seperti sistem one way juga akan diterapkan jika terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif bagi masyarakat.
