Penutupan Pesantren Ramadhan Penuh Haru, PKBM Melati KS Sukasari Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Penutupan Pesantren Ramadhan Penuh Haru, PKBM Melati KS Sukasari Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

SUMEDANG – Suasana penuh kehangatan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan penutupan Pesantren Ramadhan yang digelar PKBM Melati KS. Dalam momentum penuh berkah tersebut, pihak lembaga juga menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan berlangsung khidmat di Sekretariat PKBM Melati KS, Dusun Nangerang RT 02/RW 01, Desa Nangerang, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (08/03/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah PKBM Melati KS Sandi Susandi, S.Pd., jajaran pengurus, para tutor, serta seluruh warga belajar yang mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penilik Dikmas Kecamatan Sukasari, Nenden Marlina, M.Pd., yang datang untuk memantau sekaligus memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosial dan pendidikan yang dilaksanakan oleh PKBM Melati KS.

Dalam sambutannya, Nenden Marlina, M.Pd. menyampaikan rasa bangga atas inisiatif dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh PKBM Melati KS. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bahwa lembaga pendidikan nonformal mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan Pesantren Kilat yang dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim dan dhuafa ini sangat baik. Semoga langkah PKBM Melati KS dapat menjadi inspirasi bagi PKBM lainnya, sehingga keberadaan PKBM tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dan lingkungan sekitar. Bravo PKBM Melati KS,” ujarnya kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Sekolah PKBM Melati KS Sandi Susandi, S.Pd. menjelaskan bahwa santunan yang diberikan kepada anak yatim dan dhuafa tersebut berasal dari donasi swadaya keluarga besar PKBM Melati KS.

“Alhamdulillah sumber dana santunan ini merupakan hasil gotong royong dari keluarga besar PKBM Melati KS, mulai dari para tutor, warga belajar, hingga pengelola lembaga. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap sesama, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Pesantren Ramadhan yang ditutup dengan santunan sosial ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial kepada seluruh warga belajar.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan hubungan silaturahmi antara lembaga pendidikan, warga belajar, dan masyarakat sekitar semakin erat. Selain itu, PKBM Melati KS juga ingin menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus wadah kepedulian sosial bagi lingkungan.

Acara pun ditutup dengan doa bersama serta penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, yang berlangsung penuh haru dan kebahagiaan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih kuat terjaga di tengah masyarakat, khususnya melalui peran aktif lembaga pendidikan seperti PKBM Melati KS yang terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *