Viral di Grup ACS, 5 Warga Wado Terlantar di Papua Akhirnya Pulang ke Sumedang

Viral di Grup ACS, 5 Warga Wado Terlantar di Papua Akhirnya Pulang ke Sumedang

Maung Pajajaran.my.Id | Rabu, 11 Maret 2026

SUMEDANG – Kisah kepulangan lima warga Kecamatan Wado yang sempat terlantar di pedalaman Papua menjadi perhatian luas masyarakat, terutama setelah kabar tersebut viral di media sosial.

Informasi mengenai kondisi para pekerja tersebut pertama kali mencuat setelah sebuah video diunggah oleh warga bernama Eben Sofyan di grup Facebook Aku Cinta Sumedang (ACS) pada 10 Maret 2026.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa lima warga asal Wado tidak dapat pulang karena diduga menjadi korban penipuan oleh mandor tempat mereka bekerja.

Alt Text GambarPostingan viral di grup Facebook Aku Cinta Sumedang tentang warga Wado Sumedang yang terlantar di Papua.
(Unggahan di grup Facebook Aku Cinta Sumedang (ACS) ini viral setelah memperlihatkan kondisi lima warga Wado, Sumedang, yang terlantar di Papua. Video tersebut memicu perhatian warganet hingga akhirnya mendapat respons dari pemerintah daerah.)

Postingan tersebut kemudian viral dan memicu perhatian luas dari warganet. Tercatat unggahan itu mendapat 739 reaksi, 180 komentar, dan 127 kali dibagikan, sebuah angka yang cukup signifikan untuk skala grup lokal.

Baca Juga : Cegah Longsor Terulang, TNI–Polri dan Relawan Tanam 200 Pohon Saat Ngabuburit di Cigendel

Aksi Danramil di Tanjungsari Bikin Haru, 4.500 Takjil Dibagikan untuk Pengendara

Beberapa anggota grup juga menyampaikan harapan agar informasi tersebut segera sampai kepada pemerintah daerah agar para pekerja bisa segera mendapatkan bantuan.

Respons Pemerintah Kabupaten Sumedang

Menanggapi informasi yang beredar di media sosial tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang kemudian memastikan kondisi para pekerja dan memfasilitasi proses kepulangan mereka ke daerah asal.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memastikan para pekerja tersebut kembali ke Sumedang dengan selamat.

“Selain memastikan mereka kembali ke daerah asal dengan selamat, kami juga akan memberikan bekal kepada para pekerja untuk membantu kebutuhan selama perjalanan pulang menuju Sumedang,” ujar Dony.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk ketika mereka mengalami kesulitan di luar daerah.

“Pemkab Sumedang berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta memastikan setiap warga yang mengalami kesulitan di luar daerah mendapatkan penanganan dan bantuan yang diperlukan,” katanya.

Imbauan kepada Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar daerah yang tidak memiliki kejelasan.

Menurutnya, masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu legalitas perusahaan, kontrak kerja, serta pihak penanggung jawab di lapangan sebelum menerima tawaran pekerjaan.

Langkah tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Refleksi Redaksi

Kasus lima warga Wado ini juga menunjukkan bagaimana media sosial kini sering menjadi saluran cepat bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Solidaritas warga di ruang digital mampu mendorong perhatian publik sekaligus mempercepat respons berbagai pihak.

Namun di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sistem perlindungan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap warga yang mengalami kesulitan dapat segera mendapatkan bantuan tanpa harus menunggu viral terlebih dahulu.

Kepulangan para pekerja asal Wado ini setidaknya menjadi kabar baik bagi keluarga mereka di Sumedang yang menunggu di kampung halaman.

Redaksi Maung Pajajaran News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *