Guru Bertahan 15 Tahun di Rumah Dinas, Murid Berdesakan Saat (KBM) di SDN Neglasari
SUMEDANG, Maung Pajajaran News – Publik kini menunggu tindakan nyata dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, terkait kondisi sarana dan prasarana di SDN Neglasari, Kecamatan Sukasari. Hingga Jumat (24 April 2026), sekolah tersebut masih menghadapi keterbatasan ruang belajar yang cukup memprihatinkan.
SDN Neglasari saat ini hanya memiliki 7 ruang kelas, sementara jumlah rombongan belajar (rombel) mencapai 11. Kondisi ini memaksa pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergantian, pagi dan siang, agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan tanpa penumpukan siswa dalam satu waktu.
Jika dipaksakan dalam satu sesi dengan jumlah 40–50 siswa per rombel, hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya konsentrasi serta efektivitas pembelajaran di dalam kelas.
Tak hanya kekurangan ruang, kondisi fisik bangunan sekolah juga memerlukan perhatian serius. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan, seperti atap bocor dan kusen yang mulai lapuk.
Selain itu, fasilitas sanitasi pun masih terbatas, dengan hanya dua unit toilet aktif yang digunakan oleh sekitar 288 siswa.
Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, pihak sekolah bahkan terpaksa mengalihfungsikan rumah dinas menjadi ruang guru. Kondisi ini ternyata sudah berlangsung cukup lama.
Ibu Susi, guru kelas 1, mengungkapkan bahwa rumah dinas tersebut telah digunakan selama kurang lebih 15 tahun.
“Sudah sekitar 15 tahun kami menempati rumah dinas yang seharusnya diperuntukkan bagi Kepala Sekolah. Namun saat ini digunakan sebagai ruang guru. Kami sudah beberapa kali mengajukan pembangunan ruang guru, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, dapat segera memberikan perhatian serius melalui penambahan ruang kelas serta penyediaan fasilitas yang lebih layak.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, SDN Neglasari tetap berupaya menjalankan proses pendidikan sebaik mungkin. Harapan besar kini disematkan kepada pemerintah agar segera menghadirkan solusi nyata demi kenyamanan belajar siswa dan optimalnya kinerja para guru.
Diketahui, pada Tahun Anggaran (TA) 2026, program revitalisasi sekolah di wilayah Kecamatan Sukasari hanya menyasar tiga sekolah dasar, dan SDN Neglasari belum termasuk di dalamnya.
* Redaksi
