Pancasila dan Anti-Bullying Masuk Sekolah, Kecamatan Tanjungsari Roadshow ke SDN Margajaya

SUMEDANG, Sabtu 8 Agustus 2026 – Maung Pajajaran News – Upaya membangun karakter generasi muda tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Pemahaman tentang Pancasila, wawasan kebangsaan, demokrasi hingga bahaya bullying perlu terus ditanamkan sejak bangku sekolah dasar.

Hal itu menjadi perhatian Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, melalui program roadshow edukasi ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Tanjungsari.

Kegiatan yang berlangsung di SDN Margajaya tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk mendapatkan pembelajaran langsung dari narasumber di lingkungan pemerintahan kecamatan, sekaligus memperkuat pendidikan karakter yang selama ini dilakukan pihak sekolah.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengembangan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan Kecamatan Tanjungsari sepanjang Januari hingga Desember 2026.

Sasarannya tidak hanya sekolah dasar, tetapi juga tingkat SMP dan SMA yang berada di wilayah Kecamatan Tanjungsari.

Bullying Dikaitkan dengan Nilai Pancasila

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pencegahan bullying atau perundungan.

Materi disampaikan oleh Rita Utami dari Seksi Pemerintahan Umum Kecamatan Tanjungsari. Para siswa diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila sekaligus bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Rita, edukasi wawasan kebangsaan dan demokrasi penting diberikan sejak usia dini agar para siswa memiliki karakter serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Karena kita perlu memberikan edukasi, sosialisasi pentingnya berwawasan kebangsaan, ada kaitannya dengan nilai-nilai Pancasila maupun berdemokrasi sejak dini,” ujar Rita.

Ia mengatakan, materi juga diarahkan untuk membantu meminimalisir persoalan perundungan maupun kenakalan anak dan remaja yang dapat berdampak terhadap perkembangan sosial mereka.

“Untuk itu, di bulan Agustus ini di SDN Margajaya kami harapkan kepada anak-anak, intinya kita bangun karakter yang lebih baik,” jelasnya.

Rita menegaskan, karakter tidak hanya terlihat dari pengetahuan yang dimiliki seorang siswa, tetapi juga dari sikap dan perilakunya.

“Intinya sikap perilaku kita harus menunjukkan bahwa kita itu berkarakter dengan baik,” tegasnya.

Rohmat Sag: Anak-Anak Perlu Mendapat Wawasan dari Narasumber Lain

Sementara itu, Kepala SDN Margajaya, Rohmat Sag, menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Menurut Rohmat, kegiatan tersebut merupakan salah satu program Kecamatan Tanjungsari yang dilaksanakan secara bergiliran di sejumlah sekolah.

Kehadiran narasumber dari lingkungan Kecamatan, kata dia, memberikan suasana pembelajaran yang berbeda bagi para siswa. Anak-anak tidak hanya mendapatkan materi dari guru, tetapi juga memperoleh wawasan langsung dari pihak lain.

“Jadi salah satunya itu di sekolah. Supaya anak-anak bisa menerima pembelajaran dari pihak Kecamatan, bukan dari guru saja. Dengan narasumber yang baru, mudah-mudahan anak-anak lebih semangat dan lebih memperhatikan,” ungkap Rohmat Sag.

Menurutnya, variasi dalam proses pembelajaran menjadi hal positif karena dapat membuat siswa lebih tertarik dan memberikan perhatian terhadap materi yang disampaikan.

Terlebih, materi yang dibawa dalam kegiatan tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan anak-anak, yakni bagaimana menerapkan nilai Pancasila sekaligus mencegah tindakan bullying.

“Poin yang sekarang sedang digalakkan itu tentang bullying yang dikaitkan dengan Pancasila,” jelasnya.

Pancasila Bukan Sekadar Materi, Harus Diterapkan

Rohmat menilai, pemahaman tentang Pancasila akan lebih bermakna apabila dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengungkapkan bahwa para siswa dapat menerima materi yang diberikan dengan baik.

“Alhamdulillah anak-anak bisa menerima pembelajaran Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena nilai Pancasila tidak hanya berkaitan dengan hafalan, tetapi juga tercermin melalui perilaku, seperti saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga persatuan dan tidak melakukan tindakan perundungan terhadap teman.

Berharap Siswa Semakin Disiplin dan Berprestasi

Lebih jauh, Kepala SDN Margajaya berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter dan prestasi peserta didik.

Ia berharap para siswa semakin disiplin, lebih giat belajar serta mampu meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Mudah-mudahan anak-anak lebih disiplin lagi, belajarnya lebih giat lagi, sehingga anak-anak lebih berprestasi lagi,” harap Rohmat.

Roadshow Berlanjut, Empat Sekolah Jadi Sasaran Setiap Bulan

Rita Utami menjelaskan, program roadshow tersebut bukan kegiatan yang hanya dilakukan satu kali.

Program telah berjalan sekitar enam bulan dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Dalam satu bulan, kegiatan dilakukan dua kali dengan sasaran empat sekolah.

Melalui pola tersebut, Kecamatan Tanjungsari berupaya menjangkau lebih banyak pelajar untuk memberikan edukasi mengenai wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, demokrasi sejak dini, sekaligus pencegahan bullying dan kenakalan anak.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.

Sebab, membangun generasi yang berkarakter membutuhkan kolaborasi. Pemerintah memberikan edukasi, sekolah memperkuat pembinaan, sementara keluarga dan masyarakat turut menjadi lingkungan penting dalam tumbuh kembang anak.

Dari SDN Margajaya, pesan sederhana namun penting kembali ditegaskan: Pancasila harus hidup dalam perilaku, sementara bullying harus dicegah sejak dini.

Dengan pendidikan karakter yang dilakukan secara konsisten, diharapkan lahir generasi muda Tanjungsari yang semakin disiplin, berwawasan kebangsaan, saling menghargai, berani menolak perundungan, serta memiliki semangat untuk terus berprestasi.

 

Maung Pajajaran News