Jadikan Momentum Pilkades sebagai Sarana Memper erat Persaudaraan

PAMULIHAN, SUMEDANG – Komando Rayon Militer (Koramil) 1004/Tanjungsari menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan netralitas menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayah Kecamatan Pamulihan. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Danramil 1004/Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Pilkades yang digelar di Aula Kecamatan Pamulihan, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan sosialisasi yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Kabid Pemdes) dari Tim Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang tersebut bertujuan mematangkan persiapan teknis maupun yuridis menjelang pesta demokrasi tingkat desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pamulihan, di antaranya Camat Pamulihan, Kapolsek Pamulihan, Ketua DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Sumedang, Kepala Puskesmas Pamulihan, Kepala Puskesmas Haurngombong, seluruh panitia Pilkades, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para kepala desa petahana yang wilayahnya akan melaksanakan Pilkades.

Dalam arahannya, Kapten Inf Agus Hermawan menegaskan bahwa Pilkades merupakan pesta demokrasi yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh elemen harus menjaga kondusivitas dan mengedepankan persatuan.

“Pilkades hanyalah sarana untuk memilih pemimpin. Namun persaudaraan, persatuan, dan kerukunan warga Pamulihan adalah hal yang utama dan harus tetap terjaga. Jangan sampai karena perbedaan pilihan, tali silaturahmi menjadi terputus,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Danramil menyampaikan empat poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh pihak.

Pertama, kepada panitia Pilkades dan pengawas desa, Danramil mengingatkan pentingnya menjaga netralitas, transparansi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Panitia dan pengawas adalah wasit dalam Pilkades. Pegang teguh aturan yang berlaku. Sebagian besar potensi konflik biasanya muncul akibat ketidaknetralan penyelenggara,” ujarnya.

Kedua, para kepala desa petahana diminta menjadi teladan dalam berdemokrasi serta mampu menciptakan suasana politik yang sejuk di tengah masyarakat.

Ketiga, Danramil menegaskan bahwa netralitas TNI dan Polri merupakan harga mati. Babinsa dan Bhabinkamtibmas diminta terus meningkatkan sinergitas Tiga Pilar Desa serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan.

“Tugas kita menjamin keamanan masyarakat. Netralitas TNI-Polri tidak bisa ditawar dan harus dijaga hingga seluruh tahapan Pilkades selesai,” tegas Kapten Agus.

Keempat, peran BPD dan tenaga kesehatan juga dinilai sangat penting. Kehadiran Asosiasi BPD diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat secara elegan, sementara dukungan tim medis dari Puskesmas Pamulihan dan Haurngombong dibutuhkan untuk menjaga kesehatan panitia selama tahapan Pilkades berlangsung.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menyukseskan Pilkades yang aman, damai, dan demokratis. Seluruh pihak sepakat menjadikan Pilkades sebagai momentum memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya.

Dengan semangat kebersamaan dan kedewasaan politik, Kecamatan Pamulihan optimistis mampu menjadi contoh pelaksanaan Pilkades yang kondusif, berintegritas, dan tanpa ekses konflik.

(Maung Pajajaran News)