Akses Pertanian Diperkuat, Pemkab Sumedang Bangun Jalan Usaha Tani Di Tanjungsari, Petani Sambut Dengan Harapan Besar
SUMEDANG, Sabtu 4 April 2026 – Upaya memperkuat sektor pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, pembangunan infrastruktur berupa jalan usaha tani kini mulai direalisasikan di Desa Kadakajaya, Kecamatan Tanjungsari.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperlancar distribusi hasil panen yang selama ini kerap terkendala akses jalan yang kurang memadai.
Berdasarkan data di lapangan, proyek pembangunan tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp186.900.000, dengan durasi pelaksanaan selama 60 hari kalender, terhitung sejak 02 April hingga 31 Mei 2026. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Sugih Mulya, dengan Rizal sebagai pelaksana lapangan yang bertanggung jawab penuh terhadap teknis pengerjaan.
Menjawab Kebutuhan Nyata Petani
Pembangunan jalan usaha tani ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Bagi masyarakat setempat, khususnya para petani, keberadaan jalan yang layak menjadi kebutuhan mendesak yang selama ini sangat dirasakan.
Selama bertahun-tahun, petani harus menghadapi medan jalan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut kerap menghambat proses pengangkutan hasil panen, bahkan berpotensi menurunkan kualitas dan nilai jual produk pertanian.
Kini, harapan baru mulai tumbuh seiring dimulainya pembangunan tersebut.
“Kami sangat senang, khususnya para petani. Jalan ini sangat kami butuhkan untuk mengangkut hasil panen. Selama ini cukup sulit, apalagi kalau kondisi jalan rusak atau licin. Mudah-mudahan dengan pembangunan ini, semuanya jadi lebih lancar dan penghasilan kami juga meningkat,” ungkap salah satu warga Desa Kadakajaya.
Komitmen Pelaksana: Kualitas dan Ketepatan Waktu Jadi Prioritas
Di sisi lain, pelaksana lapangan, Rizal, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek, tetapi juga pada kualitas hasil pembangunan yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
Menurutnya, jalan usaha tani memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
“Ini bukan sekadar pembangunan jalan, melainkan akses utama yang akan menentukan kelancaran aktivitas para petani. Kami memahami betul betapa pentingnya infrastruktur ini bagi masyarakat.
Karena itu, kami berkomitmen untuk mengerjakannya secara maksimal, menjaga kualitas sesuai spesifikasi, dan menyelesaikannya tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan,” tegas Rizal.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di lapangan guna memastikan proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Signifikan
Pembangunan jalan usaha tani diyakini akan memberikan dampak luas, tidak hanya dari sisi teknis pertanian, tetapi juga terhadap peningkatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Dengan akses yang lebih baik, biaya distribusi dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih efisien, serta potensi kerusakan hasil panen dapat diminimalisir. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan daya saing produk pertanian lokal.
Lebih jauh lagi, infrastruktur yang memadai juga membuka peluang bagi berkembangnya sektor lain, seperti perdagangan dan usaha mikro di pedesaan.
Bukti Nyata Komitmen Pemerintah Daerah
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti jalan usaha tani, dinilai menjadi solusi konkret dalam menjawab berbagai persoalan di lapangan.
Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat kini menaruh harapan besar agar pembangunan dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi ke depan.
Redaksi
