Cekcok di Media Sosial Diduga Libatkan Oknum, Perselisihan Rumah Tangga Mencuat ke Publik

Cekcok di Media Sosial Diduga Libatkan Oknum, Perselisihan Rumah Tangga Mencuat ke Publik

Gununghalu, Bandung Barat

Bandung Barat – Polemik rumah tangga pasangan berinisial S dan N di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi perhatian publik setelah muncul cekcok percakapan melalui media sosial TikTok antara S selaku suami dan seorang pria berinisial A, yang disebut bekerja di lingkungan PT Perkebunan Nusantara wilayah Gununghalu.

Menurut keterangan S, perselisihan bermula setelah dirinya mengetahui adanya komunikasi antara A dan N. Ketegangan kemudian berlanjut ke percakapan langsung di media sosial yang berisi saling bantah, klarifikasi, serta tudingan terkait dugaan keterlibatan pihak ketiga dalam rumah tangganya.

“Saya hanya meminta penjelasan karena ini menyangkut rumah tangga saya,” ungkap S dalam keterangannya.

Perselisihan digital tersebut memperkeruh situasi yang sebelumnya telah memanas, hingga hubungan S dan N tidak dapat dipertahankan dan berujung pada perpisahan. Perkara ini pun menjadi perbincangan di lingkungan sekitar karena dinilai bermula dari ranah pribadi namun melebar ke ruang publik melalui media sosial.

Klarifikasi Pihak A

Pada Senin, 23 Februari 2026, Redaksi Maung Pajajaran melakukan konfirmasi langsung kepada A guna meminta penjelasan terkait percakapan antara dirinya dan S di TikTok.

Dalam keterangannya, A membenarkan adanya komunikasi tersebut, namun menegaskan bahwa hubungan yang terjadi sebatas pertemanan di media sosial.

“Saya membenarkan ada komunikasi. Karena saya dituduh oleh S, saya hanya berkomunikasi di media sosial saja sebagai teman dengan istrinya,” ungkap A saat dikonfirmasi.

Imbauan Menjaga Etika dan Penyelesaian Bijak

Sejumlah pihak di lingkungan setempat berharap persoalan ini dapat disikapi secara dewasa tanpa saling menyerang di ruang publik, serta diselesaikan melalui jalur yang lebih bijak agar tidak menimbulkan dampak sosial berkepanjangan, baik bagi keluarga yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar.

Penegasan Redaksi Maung Pajajaran

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, Redaksi Maung Pajajaran membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam peristiwa ini. Klarifikasi resmi sangat diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat tetap objektif, berimbang, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *