Diduga Baru Sehari Diterima Warga, Bolu Susu Lembang Bantuan Balita Berjamur, SPPG Kebonhui Sampaikan Permohonan Maaf

Diduga Baru Sehari Diterima Warga, Bolu Susu Lembang Bantuan Balita Berjamur, SPPG Kebonhui Sampaikan Permohonan Maaf

Sumedang, Jumat 20 Maret 2026  – Warga dihebohkan dengan temuan bantuan makanan berupa bolu susu Lembang yang diduga telah berjamur meski baru sehari diterima oleh masyarakat penerima manfaat. Kehebohan ini bermula dari postingan di grup Facebook STAR Seputar Tanjungsari yang diunggah oleh akun A dan akun W, memperlihatkan kondisi bolu yang tidak layak konsumsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, produk tersebut dikirim oleh supplier CV Quin ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebonhui yang dikelola oleh mitra Yayasan Al-Huda Fawzi, di Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari pada Minggu, 15 Maret 2026. Setelah diterima, bantuan kemudian disalurkan kepada warga pada Senin, 16 Maret 2026.

Namun, pada Selasa, 17 Maret 2026, warga mulai mengeluhkan kondisi bolu yang sudah tidak layak konsumsi karena muncul jamur, terutama di bagian bawah produk. Keluhan tersebut pun dengan cepat menjadi perbincangan di tengah masyarakat, diperkuat dengan viralnya foto-foto di media sosial.

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Kebonhui, Fajar Ramadan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal saat produk diterima.

“Bolu tersebut dikirim hari Minggu. Setelah kami terima, kami sudah melakukan pengecekan bersama tim ahli gizi dan saat itu dinyatakan dalam kondisi baik, tidak ada masalah,” jelasnya.

Namun demikian, ia juga mengakui bahwa tidak seluruh produk diperiksa secara menyeluruh. Setelah distribusi, pihaknya menerima laporan dari warga terkait kondisi bolu yang berjamur.

Selain itu, melalui pesan WhatsApp, Fajar Ramadan juga menyampaikan pernyataan resmi sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut:

“Sehubungan dengan ditemukannya produk bolu yang berjamur, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya para penerima manfaat, atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Sebagai penanggung jawab SPPG Kebonhui yang bermitra dengan Yayasan Al-Huda Fawzi, saya menyatakan bahwa saya bertanggung jawab atas kejadian ini. Saat ini kami sedang melakukan evaluasi dan penelusuran secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab terjadinya masalah tersebut, baik dari supplier CV Quin, proses produksi, distribusi, maupun penyimpanan.

Kami juga telah mengambil langkah cepat dengan menarik produk yang tidak layak dan memastikan penggantian kepada penerima manfaat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Ke depan, kami akan memperketat pengawasan dan meningkatkan kualitas kontrol agar standar keamanan dan kelayakan produk tetap terjaga.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan pengertiannya, kami ucapkan terima kasih.”

Fajar Ramadan menegaskan bahwa seluruh produk bolu yang dilaporkan bermasalah telah ditarik dari tangan penerima manfaat pada hari yang sama saat laporan masuk.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kompensasi, pihak SPPG Kebonhui langsung mengganti bolu tersebut dengan wafer yang dipastikan masih dalam kondisi layak konsumsi dan belum melewati tanggal kedaluwarsa.

Dari dokumentasi yang beredar, termasuk yang diunggah di grup STAR Seputar Tanjungsari, terlihat adanya bercak jamur berwarna hijau kehitaman pada permukaan bolu, yang mengindikasikan produk tersebut sudah tidak layak konsumsi, terlebih karena diperuntukkan bagi balita.

Sementara itu, pihak media masih terus berupaya mengkonfirmasi CV Quin terkait hak jawab atas permasalahan ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak supplier mengenai penyebab pasti kejadian tersebut.

Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengadaan dan distribusi bantuan makanan, agar kualitas dan keamanan konsumsi tetap terjamin, khususnya bagi anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *