HPN 2026: Maung Pajajaran News Tegaskan Pers Harus Melawan, Diam Adalah Pengkhianatan

HPN 2026: Maung Pajajaran News Tegaskan Pers Harus Melawan, Diam Adalah Pengkhianatan

Sumedang — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum refleksi tegas bagi dunia jurnalistik Indonesia. Di tengah meningkatnya tekanan, intervensi, dan pembungkaman, pers kembali diuji untuk memilih: membela kebenaran atau tunduk pada kepentingan kekuasaan.

Maung Pajajaran News menegaskan bahwa pers tidak pernah dilahirkan sebagai alat propaganda. Pers hadir sebagai penjaga demokrasi, penyampai fakta, dan suara rakyat. Ketika jurnalis memilih diam, demokrasi justru dilucuti secara perlahan.

Mengusung tema “Pers Independen, Suara Kebenaran untuk Negeri”, Maung Pajajaran News menyatakan sikap tanpa kompromi terhadap kebenaran. Pemimpin Redaksi Maung Pajajaran News, Henrayana, menegaskan bahwa pers yang takut menulis telah kehilangan ruh jurnalistiknya.

“Pers yang jinak bukanlah pers. Jika media hanya berani saat aman, maka fungsinya telah mati. Jurnalis wajib menulis meski ditekan, bersuara meski diancam, dan berdiri di pihak rakyat meski berhadapan dengan kekuasaan,” tegas Henrayana.

Ia menambahkan, independensi pers bukan sekadar slogan, melainkan pertaruhan harga diri profesi. Fakta tidak boleh ditukar dengan iklan, jabatan, atau kenyamanan sesaat.

Menurut Maung Pajajaran News, ancaman terbesar terhadap kebebasan pers tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam. Media yang memilih bungkam, membelokkan fakta, atau melayani pesanan telah mengkhianati fungsi pers itu sendiri.

Dalam momentum HPN 2026, Maung Pajajaran News menyatakan sikap tegas:

Menolak segala bentuk intervensi dan pesanan berita

Melawan pembungkaman terhadap jurnalis

Menyuarakan kebenaran tanpa negosiasi

Berdiri di pihak rakyat, bukan pemilik modal

Mengawasi kekuasaan, bukan berdiam diri

Maung Pajajaran News menegaskan, pers harus menggigit, bukan menjilat. Pers harus bersuara, bukan diam.

Selamat Hari Pers Nasional 2026.

Bagi pers yang memilih diam, sejarah akan mencatatnya.

Bagi pers yang berani, rakyat akan mengingatnya.

Fakta di atas segalanya.

— Maung Pajajaran News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *