Cegah Longsor Terulang, TNI–Polri dan Relawan Tanam 200 Pohon Saat Ngabuburit di Cigendel

Cegah Longsor Terulang, TNI–Polri dan Relawan Tanam 200 Pohon Saat Ngabuburit di Cigendel

MAUNG PAJAJARAN.MY.ID | SUMEDANG – Menjelang waktu berbuka puasa, puluhan personel TNI–Polri bersama relawan dan masyarakat tidak sekadar menunggu azan magrib. Mereka memilih mengisi waktu ngabuburit dengan menanam ratusan pohon di lokasi bekas longsor Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan bertajuk “Ngabuburit Hejokeun Leweung” tersebut menjadi aksi nyata untuk menghijaukan kembali kawasan rawan bencana sekaligus memperkuat mitigasi longsor di wilayah tersebut.

Sekitar 200 batang pohon keras ditanam di sekitar tebing bekas longsor. Jenis pohon yang ditanam antara lain damar, rasamala, ganitri, puspa, matoa, dan salam yang dikenal memiliki sistem perakaran kuat sehingga mampu membantu memperkuat struktur tanah di wilayah lereng.

(kapten.Infantri Agus Hermawan memimpin Apel/foto.doc Koramil 1004 tanjungsari)
(kapten.Infantri Agus Hermawan memimpin Apel/foto.doc Koramil 1004 tanjungsari)

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Danramil 1004/Tanjungsari Agus Hermawan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pamulihan Pol Tri Sunu, jajaran Perhutani, relawan bencana, mahasiswa pecinta alam, pelajar pecinta alam, serta masyarakat Desa Cigendel.

Komunitas yang terlibat antara lain Mahasiswa Pecinta Alam dari Universitas Winaya Mukti, Pelajar Pecinta Alam Ariapaga dari SMA Negeri 1 Tanjungsari, serta relawan lingkungan lainnya.

Upaya Nyata Cegah Longsor

Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan mengatakan kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan langkah nyata untuk memulihkan kondisi alam sekaligus mengantisipasi potensi longsor di masa mendatang.

“Alam yang rusak harus kita pulihkan bersama. Pohon-pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan agar kawasan ini kembali hijau dan masyarakat bisa hidup lebih aman dari ancaman longsor,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena berada tidak jauh dari jalur menuju Cadas Pangeran, yang merupakan salah satu jalur penting di Kabupaten Sumedang.

Karena itu, penghijauan kawasan lereng dinilai penting untuk memperkuat ketahanan lingkungan dan meminimalkan risiko bencana.

Ngabuburit yang Bermanfaat bagi Alam

Personel TNI–Polri bersama relawan dan masyarakat menanam pohon di lokasi bekas longsor Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Pamulihan, Sumedang, Selasa (10/3/2026), dalam kegiatan “Ngabuburit Hejokeun Leweung”.
(Personel TNI–Polri bersama relawan dan masyarakat menanam pohon di lokasi bekas longsor Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Pamulihan, Sumedang, Selasa (10/3/2026), dalam kegiatan “Ngabuburit Hejokeun Leweung”.foto istimewa: Koramil 1004 tanjungsari)

Suasana kegiatan terasa hangat karena dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa. Para peserta menanam pohon dengan penuh semangat sambil menikmati momen ngabuburit yang bermanfaat bagi alam dan keselamatan masyarakat.

Melalui gerakan “Ngabuburit Hejokeun Leweung”, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan semakin meningkat serta kawasan rawan longsor dapat kembali hijau dan lebih stabil di masa mendatang.

Fakta Singkat Kegiatan

Lokasi
Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang

Waktu
Selasa, 10 Maret 2026
16.00 – 17.30 WIB

Jumlah Pohon
±200 batang

Jenis Pohon
Damar, Rasamala, Ganitri, Puspa, Matoa, Salam

Peserta Kegiatan

  • TNI Koramil 1004/Tanjungsari
  • Polsek Pamulihan
  • Perhutani
  • Relawan Bencana
  • Mahasiswa Pecinta Alam UNWIM
  • Pelajar Pecinta Alam SMAN Tanjungsari
  • Masyarakat Desa Cigendel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *