Milangkala ke-12 LKS Barokah Bhakti jadi momentum kepedulian terhadap penyandang disabilitas mental di Sumedang

Sumedang, Maung Pajajaran News – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Panti Disabilitas Mental Barokah Bhakti di bawah naungan Yayasan Anugrah Bhakti Barokah memperingati Milangkala ke-12 dengan penuh khidmat di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Senin (13/7/2026).
Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap penyandang disabilitas mental sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Acara dihadiri lengkap oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rancakalong, yakni Camat Rancakalong Deni Nurdani Sopandi, S.STP., M.Si., Kapolsek Rancakalong AKP Ahmad Sahidin, S.H., Danramil Rancakalong Kapten Inf. Rudhi Prsetidjo, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, para relawan, dan tamu undangan yang memberikan dukungan terhadap pelayanan sosial bagi penyandang disabilitas mental.
Dalam sambutannya, Camat Rancakalong Deni Nurdani Sopandi, S.STP., M.Si. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Anugrah Bhakti Barokah atas dedikasi dan pengabdiannya selama 12 tahun dalam memberikan pelayanan, pembinaan, serta rehabilitasi bagi penyandang disabilitas mental di Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, keberadaan LKS Barokah Bhakti telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan kejiwaan. Ia berharap lembaga tersebut terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Anugrah Bhakti Barokah, Dr. H. Ecek Karyana, S.Kep., Ners., M.H., mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan penanganan, pembinaan, serta rehabilitasi yang layak.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap keberlangsungan panti disabilitas mental. Menurutnya, kebutuhan pelayanan terus meningkat sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat agar penanganan ODGJ menjadi tanggung jawab bersama demi mewujudkan masyarakat yang lebih peduli dan inklusif.
Peringatan Milangkala ke-12 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, di antaranya donor darah, santunan, tabligh akbar, doa bersama, serta hiburan yang melibatkan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi penerima manfaat.
Melalui peringatan Milangkala ke-12 ini, Yayasan Anugrah Bhakti Barokah berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung pelayanan sosial bagi penyandang disabilitas mental. Sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan diyakini akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sehingga para penyandang disabilitas mental dapat hidup lebih mandiri, bermartabat, serta memperoleh hak-haknya sebagai warga negara.
Ketua Pembina Yayasan Anugrah Bhakti Barokah, Dr. H. Ecek Karyana, S.Kep., Ners., M.H., menegaskan bahwa Milangkala ke-12 bukan sekadar perayaan hari jadi lembaga, tetapi menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap penyandang disabilitas mental. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian, dukungan, dan kasih sayang agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan bermartabat.
* Henra

