Halal Bihalal Kepala Desa se-Kabupaten Sumedang, Perkuat Kebersamaan dan Arah Pembangunan

Halal Bihalal Kepala Desa se-Kabupaten Sumedang, Perkuat Kebersamaan dan Arah Pembangunan

SUMEDANG, 23 April 2026 — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan halal bihalal kepala desa se-Kabupaten Sumedang yang digelar pada Kamis (23/04/2026). Meski tidak seluruh kepala desa dapat hadir, kegiatan ini tetap berlangsung meriah dan sarat makna.

Bertempat di Gedung Serba Guna Tegar Beriman, Desa Cikoneng Kulon, Kecamatan Ganeas, acara ini tidak sekadar menjadi tradisi pasca-Lebaran. Lebih dari itu, halal bihalal menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyatukan kembali komitmen dalam membangun daerah.

Kehadiran Bupati Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Turut hadir pula unsur DPRD, kejaksaan, serta perwakilan pemerintah provinsi, yang menunjukkan sinergi kuat antara desa dan pemerintah daerah.

Mengusung tema “Menuju Sumedang 2026 Membumi, Kadeuleu, Karampa, Karasa”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat desa.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Sumedang, Welly Sanjaya, menekankan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan.

“Ketika desa kuat, maka semuanya akan ikut kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kepala desa, seraya mengajak untuk terus memperkuat sinergi dan kebersamaan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kolaborasi, pelayanan, dan integritas.
“Kolaborasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Tidak akan ada pembangunan yang berhasil tanpa kerja sama yang kuat,” tegasnya.

Menurutnya, pelayanan publik harus semakin responsif, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, integritas menjadi pondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Kegiatan ini juga menegaskan bahwa kepala desa bukan sekadar pelaksana administrasi, melainkan ujung tombak pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Melalui momentum halal bihalal ini, para kepala desa diharapkan mampu menyatukan visi dan langkah, sehingga pembangunan di Kabupaten Sumedang dapat berjalan lebih efektif, merata, dan berkelanjutan.

Dari Ganeas, semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus mengalir ke seluruh pelosok desa—menjadi energi nyata dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik serta pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, pembangunan bukan hanya soal program dan angka, tetapi tentang kehadiran pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat, serta kepercayaan yang terus dijaga dan diperkuat bersama.
* HENRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *